Andung dan web 2.0
Tapi Andung dan almarhum Kakek saya itu dua-duanya punya jiwa perantau. Andung hijrah dari tanah padang dahulu kala waktu kawin dengan kakek saya(alm), sementara kakek saya(alm) yang asli jawa itu juga suka berpindah-pindah kota. Walhasil, anak-anak Andung pun jiwa merantaunya kuat. Dari delapan anaknya, tinggal empat yang masih tinggal di Bandung (salah satunya Ibu saya), sisanya terbagi di Jakarta dan Melbourne. Cucu-cucu Andung pun sama saja, Jakarta, Melbourne, Singapore. Akhirnya, kesempatan Andung 'menikmati' cucu-buyutnya yang buanyak itu hanya sebatas lebaran.
Seperti kata adik saya di blog-nya, lebaran pun makin ke sini makin tidak seramai dahulu lagi. Ya maklum lah boook... tiket pesawat Melbourne-Singapore-Jakarta-Bandung gitu loooh... Satu orang aja udah sesek nafas bayarnya, kebayang satu rombongan keluarga Kamarga... Lebaran kemarin saja, Andung hanya dikunjungi oleh empat keluarga; keluarga Uak Pop, keluarga Oom Irawan, Uak Elda, dan Ibu-Ayah saya. Sebenernya enggak sepi-sepi amat sih... tapi kalau dibandingin lebaran beberapa tahun yang lalu sih... jauuuh...

Andung dan Ayah saya, Lebaran 2007 di Cipaku
Jauh. Bandung-Melbourne memang jauh. Bandung-Singapore juga. Bandung-Jakarta yang deket aja juga terasa jauh buat Andung, soalnya cucunya yang satu ini (saya) suka (sok) sibuk jarang pulang ke Bandung, ngejer setoran iklan tayang.
Perasaan bersalah suka muncul kalau saya mengunjungi Andung, yang kerap menyambut saya dengan ucapan "Kok jarang kelihatan?" selain "Aduh kamu kok kurus banget" dan "Jadi kapan Andung bisa punya buyut lagi?". Sedikit 'sogokan' coklat kesukaan Andung yang kerap saya bawa kurang mempan menghapus rasa bersalah ini.
Beberapa lebaran yang lalu, Andung pernah 'diungsikan' ke tempat Uak Pop karena sakit. Jadinya pos lebaran yang biasanya di Cipaku no.10 berpindah ke Berantas no.7. Waktu itu pesertanya lumayan banyak. Ada Yana yang lagi liburan dari Belanda, Thalia yang liburan dari SIngapore, juga masih ada almarhum Uak Iman. Ketika saya tiba di Berantas, semua orang lagi pada sibuk nge-set up laptop-nya Uak Pop.

Lebaran di Jalan Brantas, 2004.
Jadi, Andung itu kan udah kehilangan pendengarannya 100 persen, tapi matanya masih cukup baik untuk membaca (asal besar dan jelas). Seseorang yang idenya saya acungkan jempol memasang yahoo! messenger plus live web cam supaya Andung bisa chatting dengan para sanak saudara di Melbourne. Nggak cuma chatting, tapi juga bisa dadah-dadahan lewat web cam. Walau pembicaraannya ringan sebatas ngebandingin ketupat di melbourne sama ketupat di brantas dan kualitas gambar di web-cam itu agak nge-drop, Andung tetep terlihat bahagia karena bisa "ngobrol" sama anak-cucu-buyut-nya di sana. Waktu itu sih saya cuma kepikiran "wah, ini kalo dibikin jadi iklan telco, scene-nya touchy banget nih..." (dasar org iklan ndablek!)

Andung lagi chatting pake Yahoo! M
Lebaran-lebaran berikutnya kembali diadakan di Cipaku, dan makin lama memang makin sepi pengunjung. Yang biasanya mengupdate Andung tentang kabar sanak-keluarga terbaru salah satunya adalah Ibu saya, yang suka mampir di Cipaku kalau pulang ngantor. Karena Thalia di Singapore aktif mengupdate foto-foto Aina, anaknya yang baru lahir di blog-nya, Ibu saya juga suka membawakan print-out foto-foto Aina supaya Andung bisa ikut liat buyutnya.
Ide itu kadang datengnya enggak terduga ya. Kadang dia ada di depan mata kita, tapi kitanya terlalu ndableg buat menyadarinya. Saya yang lagi kecanduan bersosialisasi online web dua nol (lewat blogging lah, facebook lah, twitter lah, flicker lah, youtube lah) ini kok ya nggak nyadar-nyadar bahwa sebenernya ada cara yang praktis supaya Andung tetep keep in touch sama anak-cucu-buyutnya...
Ya lewat blog, dodol! (ujar saya sambil nepuk jidat keras-keras...ouch!)
Sama aja kan seperti Ibu saya atau Aldo yang setia membaca postingan blog saya ini (yang makin lama makin jarang diupdate hehehe). Bukan karena saya tuh penulis hebat atau apa... tapi reason-nya sama juga dengan kesetiaan saya membaca blog Ibu, adik saya, Thalia, Wanda, Uak Pop, atau sepupu-sepupu saya yang lain. Semua itu karena kebutuhan manusia yang paling dasar...
Kebutuhan untuk keep in touch.
Keep in touch tanpa extra effort untuk berinteraksi secara langsung (nelfon, sms, nulis surat/email, etc). Keep in touch dengan mengupdate hal yang paling basic dari diri kita semua. What's up? Apa kabar? Apa yang lagi kamu pikirin? Kamu lagi sibuk ngapain? Kamu lagi pengen apaan? Kamu baru ketemu siapa? Anak kamu udah bisa apa aja? Satu cerita yang sama, tanpa harus diulang-ulang. Itu kan salah satu essence yang paling utama dari blogging?
Jadi bayangin kalo Andung bisa mengisi hari-harinya dengan membaca blog kita semua ini ... Bisa ikutan liat foto-foto yang ngegambari hari-hari kita, bisa ikutan ngerasain perasaan apapun yang lagi kita rasain. Wouldn't it be... great? Dan (moga-moga) rasa kesepian Andung karena jarang bertemu anak-cucunya yang pada jauh ini bisa terobati. Nggak cuma blog, friendster juga bisa (setau saya, Uak Pop, Yana, Yani, Noushka, Mas Adri, Demmy, Miko, Uak Dodi, Prissy juga ada di friendster)
Hidup Web 2.0!
Waktu di Bandung kemarin saya cerita ke Ibu saya soal ide saya ini dan Ibu saya pun excited banget. Untungnya di rumah Andung sekarang udah ada PC yang dipakai oleh Rina,sekertarisnya Andung yang ngebantuin ngelola file-file pentingnya Andung. Tinggal pasang internet connection, Andung bisa dibantu oleh Rina atau Ibu saya buat ngebuka blog-blog kita ini (mungkin nanti saya usulin register RSS feed bloglines aja biar gampang), bisa didaftarin account di friendster, bahkan kenapa enggak Andung sekalian dibikinin blog juga (hmmm... tapi ini mungkin agak ribet ya karena kudu ngetik segala).
But you get the idea, right?
Jadi, gimana kalau kita mulai project Andung, plugged ini? :)










